JAKARTA — Kehidupan di kota besar selalu punya cerita. Ada orang yang setiap pagi mengejar kereta, menunggu bus di halte, bekerja dari coffee shop, mengantre di kasir, menerima paket, menghadiri event, hingga mencari makanan ketika malam sudah berganti hari.
Hal-hal sederhana tersebut mungkin terlihat biasa. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, setiap kebiasaan memiliki cerita dan setiap sosok memiliki karakter.
Dari kehidupan sehari-hari itulah KINI Media Indonesia mengembangkan KINI Series, sebuah program kreatif yang mengubah berbagai karakter, objek, kebiasaan, dan fenomena yang dekat dengan kehidupan masyarakat urban menjadi sebuah koleksi visual.
KINI Series bukan sekadar kumpulan karakter fiksi. Program ini dirancang sebagai koleksi visual tentang kehidupan sehari-hari—tentang orang-orang yang mungkin pernah kita temui, kebiasaan yang mungkin pernah kita lakukan, hingga situasi yang terasa sangat familiar.
“Yang menarik dari kehidupan kota besar justru hal-hal kecil yang setiap hari kita lihat. KINI Series mencoba menangkap hal tersebut dan mengubahnya menjadi karakter yang bisa dikenali, dikoleksi, dan diceritakan kembali,” demikian konsep yang diusung dalam pengembangan KINI Series.
Series 1 — Things You See Today
Perjalanan KINI Series dimulai melalui Series 1: Things You See Today.
Series ini mengambil berbagai sosok yang sangat mudah ditemui dalam kehidupan masyarakat urban. Ada Si Anak KRL, pejuang perjalanan komuter yang setiap hari berhadapan dengan kepadatan perjalanan. Anak TJ hadir sebagai representasi pengguna transportasi publik yang akrab dengan halte, transit, dan perjalanan panjang.
Kemudian ada Bang Ojol, sosok yang menjadi bagian dari mobilitas masyarakat kota; Si Kasir, pekerja yang hampir selalu ditemui ketika berbelanja; serta Anak Kopi, representasi budaya nongkrong, bekerja, dan bersosialisasi dari coffee shop. Ada pula Anak Warkop, sosok yang mewakili ruang obrolan masyarakat sehari-hari, dan Kurir Paket, karakter yang merepresentasikan salah satu bagian penting dari kebiasaan belanja online.
Tujuh karakter tersebut menjadi potret sederhana mengenai sosok-sosok yang hadir dalam keseharian masyarakat kota. Mereka bukan tokoh yang jauh atau sulit ditemukan. Justru sebaliknya, Mereka adalah orang-orang yang kita lihat hari ini.
Series 2 — Warga
Jika Series 1 menangkap sosok yang kita lihat sehari-hari, Series 2: Warga membawa KINI Series lebih dekat kepada berbagai tipe manusia yang hidup di dalam ekosistem perkotaan.
Series ini menghadirkan The Commuter, The Content Hunter, The Event Guy, The Photographer, The Journalist, The Student, The Freelancer, The Entrepreneur, The Food Hunter, The Night Owl, The Family Man, dan The Neighbor.
Mereka merepresentasikan berbagai aktivitas, profesi, kebiasaan, dan peran sosial yang membentuk kehidupan masyarakat kota.
Ada orang yang setiap hari berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Ada yang selalu mencari sesuatu untuk dijadikan konten. Ada yang hidupnya dekat dengan event, kamera, berita, tugas kuliah, pekerjaan freelance, hingga bisnis. Ada pula mereka yang berburu makanan, aktif ketika kota mulai sepi, sibuk mengurus keluarga, atau sekadar menjadi tetangga yang selalu tahu apa yang terjadi di lingkungan sekitar.
Series ini melihat manusia bukan berdasarkan satu profesi atau status, tetapi berdasarkan peran dan keseharian mereka, Karena di balik kehidupan kota yang besar, selalu ada warga dengan cerita masing-masing.
Series 3 — KINI Monsters
Namun, kehidupan urban tidak selalu tentang perjalanan, pekerjaan, dan aktivitas.
Ada sisi lain yang juga semakin dekat dengan kehidupan masyarakat modern: deadline, meeting, notifikasi, tren media sosial, tekanan pekerjaan, hingga kebiasaan digital yang terkadang sulit dikendalikan.
Fenomena tersebut kemudian diterjemahkan secara lebih playful melalui Series 3: KINI Monsters.
Series ini menghadirkan karakter seperti Meetingodon, Deadlinosaur, Fomobo, Viraloid, Overthinking, Buzzword, Spamster, Flexasaur, Oooraurus, Overtimer, dan Multitasker.
Masing-masing menjadi representasi dari “monster” kehidupan modern.
Meetingodon menggambarkan meeting yang seolah tidak pernah selesai. Deadlinosaur menjadi simbol deadline yang terus mengejar. Fomobo mengambil fenomena rasa takut tertinggal dari sesuatu, sementara Viraloid bermain dengan budaya viral yang bergerak begitu cepat.
Di sisi lain, ada Overthinking, Multitasker, Overtimer, hingga Spamster yang mengangkat kebiasaan dan fenomena digital yang semakin akrab dengan kehidupan sehari-hari. KINI Monsters tidak hadir untuk menggambarkan sesuatu yang menyeramkan.
Sebaliknya, karakter-karakter tersebut menjadi cara KINI Series melihat berbagai tekanan kehidupan modern melalui humor, visual, dan karakter yang mudah dikenali.
Karena terkadang, monster terbesar dalam kehidupan kota bukan sesuatu yang kita takuti. Melainkan sesuatu yang kita jalani setiap hari.
Series 4 — Foodmon
Selain manusia dan fenomena kehidupan urban, ada satu hal yang hampir selalu menjadi bagian dari cerita kota: makanan.
Dari gerobak pinggir jalan hingga restoran, dari jajanan tradisional hingga makanan yang menjadi tren, makanan tidak hanya mengisi perut, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan, pertemuan, nostalgia, dan identitas masyarakat.
Karena itu, KINI Series menghadirkan Series 4: Foodmon.
Series ini mengambil inspirasi dari berbagai makanan yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Ada Seblak, Bakso, Nasgor, Sate, Ayam Geprek, Martabak, Pisang Goreng, Batagor, Siomay, Nasi Padang, Klepon, Kerak Telor, dan Tahu Gejrot.
Setiap karakter tidak hanya merepresentasikan bentuk makanan, tetapi juga membawa cerita yang lebih luas mengenai bagaimana makanan hadir dalam kehidupan masyarakat. Seblak mungkin mengingatkan pada jajanan setelah pulang sekolah atau kuliah. Nasi goreng bisa menjadi pilihan sederhana ketika malam semakin larut. Batagor, siomay, pisang goreng, hingga tahu gejrot dapat membawa ingatan pada tempat, suasana, dan pengalaman tertentu.
Melalui Foodmon, makanan tidak hanya dilihat sebagai menu. Makanan menjadi karakter dari kehidupan itu sendiri.
Dari kehidupan sehari-hari menjadi sebuah universe
Empat series tersebut menjadi bagian awal dari pengembangan KINI Series, sebuah universe kreatif yang bersumber dari sesuatu yang sangat dekat dengan setiap orang: kehidupan kita sendiri.
Transportasi, pekerjaan, komunitas, gaya hidup, dunia digital, tekanan kehidupan modern, hingga makanan semuanya dapat menjadi cerita. Yang membedakan adalah bagaimana cerita tersebut disampaikan. Jika media pada umumnya menceritakan sebuah peristiwa melalui berita, KINI Series mencoba melihat kehidupan dari perspektif lain: melalui karakter dan visual.
Karakter-karakter tersebut dibuat agar mudah dikenali, memiliki identitas masing-masing, dan dapat berkembang menjadi bagian dari sebuah dunia kreatif yang lebih besar. Pada akhirnya, konsep KINI Series cukup sederhana.
Kalau kamu hidup di kota besar, kemungkinan ada satu karakter KINI Series yang terasa seperti kamu.
Bisa jadi kamu adalah orang yang setiap pagi mengejar KRL. Bisa jadi kamu lebih akrab dengan halte, coffee shop, event, kamera, laptop, deadline, atau bahkan makanan yang baru dicari setelah tengah malam.
Bisa jadi kamu bukan hanya mengenal karakternya. Kamu adalah karakternya.
Jadi, Kamu Karakter yang Mana?
KINI Series akan terus berkembang dengan berbagai karakter, tema, dan cerita baru yang mengambil inspirasi dari kehidupan masyarakat masa kini.
Satu hal yang pasti: semakin banyak kita melihat kehidupan di sekitar, semakin banyak karakter yang bisa ditemukan.
Jadi jangan cuma kenal satu.
Kumpulkan semuanya. Temukan karakter yang paling menggambarkan dirimu.
Karena bisa jadi, ketika kamu melihat KINI Series berikutnya, kamu akan berkata:
“Lah, ini gue banget.”
KINI Series
Things You See. People You Know. Life You Live.
KINI Media Indonesia
Media Kolaborasi Masa Kini.






Tinggalkan Balasan