Jakarta, Dua pendiri Bukalapak kembali masuk ke pusaran teknologi, kali ini lewat urusan di balik layar kecerdasan buatan. Init-6, perusahaan modal ventura yang didirikan Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono, mengumumkan investasi di Netra Runtime pada Kamis (29/10/2026).
Nilai investasinya belum diungkap. Laporan yang kami baca tidak memuat angkanya.
Mesin di Balik Layar AI
Netra Runtime adalah startup asal Indonesia di bidang infrastruktur inferensi AI. Inferensi sederhananya tahap saat model AI yang sudah jadi benar-benar dipakai menjawab permintaan, misalnya saat chatbot membalas pertanyaanmu.
Dikutip dari IDX Channel, Netra membantu organisasi menjalankan model AI di GPU milik sendiri maupun lewat layanan cloud miliknya. Ada dua jalur yang ditawarkan: penyebaran privat (private deployment) dan API terkelola dengan sistem bayar sesuai pemakaian. Menurut Kontan, Netra mengklaim sanggup menghasilkan token empat kali lebih banyak per detik dibanding mesin inferensi open source terkemuka pada GPU yang sama.
Klaim ini berasal dari perusahaan sendiri, bukan hasil uji independen. Hasil di lapangan tentu bergantung pada model, perangkat keras, dan beban kerjanya.
Soal Kecepatan, Soal Biaya
Nugroho menjelaskan alasan Init-6 tertarik. Menurut Kontan, ia menilai kecepatan bukan cuma urusan kenyamanan pengguna, tetapi juga urusan biaya. Dikutip dari IDX Channel, ia menyebut tantangan industri AI bergeser dari mencari model paling pintar menjadi menjalankannya secara efisien supaya bernilai secara ekonomi bagi perusahaan.
Ia juga menyatakan bahwa talenta Indonesia sudah mampu membangun teknologi. Pernyataan itu relevan karena infrastruktur AI selama ini lebih sering dikuasai pemain luar negeri.
Peluang untuk Anak Muda Teknologi
Buat kamu yang kuliah di jurusan informatika, data, atau sedang merintis startup, kabar ini menunjukkan ada lapisan lain di industri AI selain membuat aplikasi atau chatbot. Pekerjaan mengoptimalkan kecepatan dan biaya komputasi butuh insinyur, dan pasarnya terbuka bagi talenta lokal.
Satu catatan: Netra masih startup muda dan klaim performanya perlu dibuktikan lewat pemakaian nyata. Meski begitu, dukungan dari dua pendiri unicorn lokal menandai bahwa AI di Indonesia mulai bergerak dari sekadar pemakai ke pembangun fondasinya.
Sumber: Kontan, IDX Channel, Medcom, Sindonews
Penulis: Kinara · Editor: Faisal Kusuma Yudha





Tinggalkan Balasan