Jakarta, Angka APBN sering terdengar jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal sebagian di dalamnya menyangkut biaya kuliah, bantuan sekolah, sampai makan siang. Menteri Keuangan Suahasil Nazara memaparkan realisasi belanja negara hingga kuartal III-2026 sebesar Rp 2.660,5 triliun.
Berapa Besar dan dari Mana
Pemaparan itu disampaikan dalam konferensi pers hasil rapat berkala KSSK di Jakarta Pusat, Selasa (3/11/2026), dikutip dari detik. Belanja tersebut tumbuh 19 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Rinciannya, belanja pemerintah pusat mencapai Rp 2.061,3 triliun (naik 29,6 persen), sedangkan transfer ke daerah sebesar Rp 599,2 triliun.
Dari sisi pendapatan, negara dan hibah mengantongi Rp 2.341,5 triliun atau tumbuh 25,5 persen. Penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.847,7 triliun, yang menurut Suahasil dipengaruhi aktivitas ekonomi dan penerapan sistem coretax yang makin baik. Kepabeanan dan cukai tercatat Rp 240,1 triliun, sementara PNBP Rp 492,3 triliun.
Yang Paling Dekat dengan Anak Muda
Menurut Suahasil, belanja didorong antara lain oleh Makan Bergizi Gratis (MBG), bansos reguler, Program Indonesia Pintar (PIP), dan KIP Kuliah. Pemerintah juga membayar pembangunan jalan dan jembatan, layanan pendidikan, pensiun, serta subsidi dan kompensasi BBM dan listrik.
Beberapa angka program yang disebut:
- MBG: Rp 153,2 triliun untuk 57 juta penerima manfaat
- PKH: Rp 21,8 triliun
- Bansos Sembako: Rp 28,2 triliun
- PIP: Rp 11,1 triliun
Kalau kamu atau adikmu termasuk penerima KIP Kuliah atau PIP, dana itu ikut terhitung dalam angka besar tadi.
Soal Utang dan Pembiayaan
Pembiayaan hingga kuartal III-2026 tercatat Rp 462 triliun, tumbuh 0,4 persen. Suahasil menegaskan pembiayaan dikelola secara hati-hati dengan memperhatikan likuiditas pemerintah dan dinamika pasar keuangan.
Selisih antara belanja dan pendapatan memang yang membuat pemerintah perlu pembiayaan. Detail defisitnya tidak dirinci dalam laporan yang kami baca, jadi angka itu tidak kami hitung sendiri.
Catatan Buat Kamu
Realisasi anggaran adalah rapor kerja pemerintah. Belanja yang tumbuh cepat belum tentu otomatis berarti manfaatnya terasa merata, dan kualitas program tetap perlu diuji di lapangan. Sebagai warga muda, kamu berhak ikut memantau, mulai dari membaca laporan APBN yang dipublikasikan Kementerian Keuangan.
Angka triliunan itu akhirnya bermuara di kantin sekolah, kelas kuliah, dan dompet keluarga di sekitarmu.
Sumber: detik, Tempo
Penulis: Kinara · Editor: Faisal Kusuma Yudha





Tinggalkan Balasan