Jakarta, Skena emo tanah air kedatangan rilisan baru dari Mouse Racer. Band midwest emo dan alternative asal Cilegon ini melepas single “Karam” dengan formasi yang berubah, dan lagunya sudah bisa didengar di layanan musik digital.
Kabar itu dilaporkan VIVA Bandung pada Minggu (1/11/2026) dan iNews Bandung pada Senin (2/11/2026). Kedua media tidak menyebut tanggal rilis pasti, hanya menyatakan lagunya sudah tersedia.
Suara Baru di Depan Mikrofon
Perubahan paling besar ada di posisi vokal. Ginanjar Yudi kini mengisi kursi vokalis, menggantikan Dani Anggara. Gitaris mereka, Ega, menyebut pergantian itu membuka banyak ide baru dalam bermusik, seperti dikutip dari VIVA Bandung.
Itu sebabnya “Karam” terasa seperti babak baru, bukan sekadar rilisan lanjutan.
Dapur Rekaman Jarak Jauh
Untuk urusan produksi, Mouse Racer menggandeng Asido Sigit, drummer St. Loco dan Wait. Menurut kedua media, proses rekaman berlangsung sekitar dua bulan dan dikerjakan terpisah di studio Jakarta dan Cilegon.
Hasilnya adalah perpaduan string section yang megah dengan distorsi gitar yang rapat. Kontras antara orkestrasi yang emosional dan gitar yang tajam memang jadi ciri musik emo, dan di lagu ini keduanya dibuat bertemu.
Tentang Apa Lagunya
Judul “Karam” bicara soal titik terendah. Dikutip dari iNews Bandung, lagu ini menggambarkan kehancuran anak muda karena patah hati, diibaratkan kapal yang karam sebelum akhirnya bangkit dan menata hidup lagi. VIVA Bandung menambahkan, liriknya menyentuh upaya berdamai dengan masa lalu dan kerentanan emosional, dengan analogi tersesat di lautan.
Tema ini dekat dengan siapa saja yang pernah merasa kehilangan arah, lalu pelan-pelan belajar jalan lagi. Sisi itulah yang biasanya membuat lagu emo bertahan lama di playlist pendengarnya.
Kenapa Layak Didengar
Skena emo di Indonesia tumbuh lewat band-band daerah yang bergerak mandiri. Mouse Racer adalah salah satunya, dan keterlibatan produser dari lingkar St. Loco memberi warna produksi yang lebih matang. Menurut iNews Bandung, Asido Sigit optimistis band ini punya modal kuat untuk menghadirkan warna berbeda di musik nasional.
Kalau kamu penggemar emo atau sedang mencari rilisan lokal yang jujur, “Karam” layak masuk antrean putar.
Sumber: VIVA Bandung, iNews Bandung
Penulis: Nada · Editor: Faisal Kusuma Yudha





Tinggalkan Balasan