Mexico City, Era baru Formula 1 resmi dimulai. Kimi Antonelli dipastikan menjadi juara dunia F1 2026 setelah finis ketiga di GP Meksiko pada Minggu (1/11/2026) waktu setempat, atau Senin (2/11/2026) dini hari WIB.
Pembalap Mercedes itu baru berusia 20 tahun 68 hari. Angka tersebut menjadikannya juara dunia termuda dalam sejarah F1, sekaligus melewati rekor Sebastian Vettel yang meraih gelar pada usia 23 tahun 133 hari. Data itu dikutip dari Sky Sports dan Antara.
Balapan Kacau, Gelar Aman
Balapan di Autodromo Hermanos Rodriguez berlangsung penuh kejutan. Menurut laporan Antara, Lewis Hamilton (Ferrari) start dari pole, lalu disalip Charles Leclerc dan kemudian Max Verstappen. Leclerc juga menerima penalti lima detik.
Bendera merah sempat berkibar di lap 45 setelah Valtteri Bottas menabrak. Antonelli naik ke posisi tiga pada lap 48, lalu mempertahankannya sampai garis finis. Verstappen keluar sebagai pemenang, Hamilton kedua dengan selisih 0,799 detik, dan Antonelli menyusul 4,006 detik di belakang.
Sebelum balapan, Antonelli sebenarnya hanya butuh finis kesembilan atau lebih baik untuk mengunci gelar. Kemenangannya di GP Amerika Serikat sepekan sebelumnya sudah membuat selisih poinnya sangat jauh dari pesaing.
Selisih Poin yang Tak Terkejar
Dikutip dari Antara, Antonelli mengoleksi 380 poin, sedangkan Verstappen punya 261 dan Hamilton 251. Masih ada empat seri tersisa, yaitu Sao Paulo, Las Vegas, Qatar, dan Abu Dhabi, tetapi tidak ada pembalap yang mampu menyalip total poinnya.
Ia meraih gelar di musim keduanya di F1. Antonelli naik ke kursi Mercedes pada 2025 menggantikan Hamilton yang pindah ke Ferrari. Kini ia justru finis di podium bersama Hamilton, dan menurut Sky Sports, Verstappen serta Hamilton sempat mengangkatnya di podium sambil lagu-lagu Italia diputar.
Gelar Pertama Italia dalam 73 Tahun
Antonelli menjadi juara dunia F1 ketiga asal Italia setelah Giuseppe Farina (1950) dan Alberto Ascari (1952 dan 1953). Artinya, negeri pizza menunggu lebih dari tujuh dekade untuk punya juara lagi.
Soal emosi, Antonelli mengaku sudah menangis sejak lap sebelum finis sampai sulit melihat lintasan, seperti dikutip dari Sky Sports. Ia juga menyebut salah satu lagu di podium mengingatkannya pada mendiang kakeknya.
Buat kamu yang baru mengikuti F1, kisah ini gampang dicerna: pembalap yang seumuran mahasiswa tingkat akhir kini sudah memegang trofi paling bergengsi di dunia balap. Tinggal dilihat apakah ia masih haus kemenangan di empat seri sisa musim.
Sumber: Antara, Sky Sports, Al Jazeera, ESPN
Penulis: Kinara · Editor: Faisal Kusuma Yudha





Tinggalkan Balasan