SEKADAU — Sebuah helikopter jenis Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air jatuh di wilayah hutan perbukitan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Kamis (16/4) pagi. Seluruh penumpang dan kru yang berjumlah delapan orang dilaporkan meninggal dunia.

Helikopter tersebut sebelumnya lepas landas dari Melawi menuju Kubu Raya, namun hilang kontak pada pukul 09.35 WIB. Titik terakhir yang terdeteksi berada di koordinat 00°12’00″S, 110°44’00″E, di kawasan Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.

“Betul, helikopter berisi 8 orang termasuk pilot, kru, dan penumpang,” ujar Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra.

Identitas korban yang berada dalam penerbangan tersebut antara lain pilot Marindra, co-pilot Harun Arasyid, serta enam penumpang lainnya yang seluruhnya berasal dari Pontianak.

Proses pencarian langsung dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, hingga unsur terkait lainnya dengan total sekitar 20 personel.

Namun, upaya pencarian tidak berjalan mudah.

Kepala Basarnas, Marsdya Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa lokasi jatuhnya helikopter berada di kawasan hutan lebat dengan kontur perbukitan terjal, sehingga menyulitkan akses menuju titik kejadian.

Pencarian udara dilakukan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU pada pukul 13.10 WIB. Dalam pemantauan tersebut, tim menemukan serpihan yang diduga bagian ekor helikopter sekitar 3 kilometer dari titik awal hilang kontak.

“Ditemukan serpihan yang diduga ekor pesawat pada jarak kurang lebih 3 KM ke arah barat dari titik hilang kontak,” jelas Syafii.

Informasi tersebut kemudian diteruskan ke tim darat yang masih berupaya menembus lokasi melalui jalur hutan.

Sinyal dari Emergency Locator Transmitter (ELT) juga menjadi acuan utama dalam menentukan titik jatuhnya helikopter.

Kabag Ops Polres Sekadau, AKP Sugianto, memastikan bahwa seluruh penumpang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Untuk titik koordinat sudah ditemukan dan semuanya sudah dinyatakan meninggal,” ujarnya.

Meski demikian, proses evakuasi belum dapat dilakukan secara langsung karena beratnya medan yang harus dilalui.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, hingga warga setempat masih berupaya membuka akses menuju lokasi jatuhnya helikopter.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kondisi geografis Indonesia, khususnya di wilayah Kalimantan, masih menjadi tantangan besar dalam operasi penyelamatan dan evakuasi, terutama di area terpencil dengan akses terbatas.

Penulis: Benny Efrianto

#KiniMediaJakarta #KiniMedia #KiniNews
#BeritaHariIni #Viral #KalimantanBarat #HelikopterJatuh #BreakingNews #Basarnas #Indonesia

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *