Jakarta, Kabar penting buat pelajar dan mahasiswa warga ibu kota. Sejak 3 November 2026, Pemprov DKI Jakarta menyalurkan dana pendidikan dalam beberapa tahap untuk 36.295 penerima lanjutan program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP Plus).
Pernyataan dari Balai Kota
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim menyampaikan hal itu di Jakarta, Rabu (4/11/2026), dikutip dari ANTARA. Menurutnya, penyaluran bertahap bertujuan memastikan studi warga Jakarta berlanjut dari jenjang dasar sampai pendidikan tinggi.
Ia menyebut bantuan harus sampai ke yang berhak lewat verifikasi ketat. Chico juga mengaitkannya dengan komitmen Gubernur Pramono Anung untuk menjaga akses pendidikan tetap terbuka.
KJMU: 12.462 Mahasiswa
Untuk KJMU 2026, ada 12.462 penerima lanjutan yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 20 Tahun 2026. Pendataan berlangsung pada 30 September sampai 11 Oktober 2026 lewat pendaftaran mandiri di laman resmi KJMU, lalu dicek oleh kampus dan dinas pendidikan terkait.
Anggaran yang dialokasikan Rp112.158.000.000. Komposisinya:
- Diploma III: 472 mahasiswa
- Diploma IV: 1.218 mahasiswa
- Sarjana: 10.739 mahasiswa
- Profesi: 33 mahasiswa
KJP Plus Tahap II: 23.833 Peserta Didik
Untuk KJP Plus Tahap II 2026 Gelombang II, pendaftarnya 26.247 orang, dan 23.833 peserta didik dinyatakan lolos verifikasi faktual. Setelah pemadanan data dengan Dukcapil, satu peserta ternyata tidak lagi berstatus warga DKI sehingga jumlah finalnya menjadi 23.833.
Dari jumlah itu, 16.328 siswa bersekolah di sekolah negeri dan 7.507 di sekolah swasta. Sebarannya: SD 11.388, SMP 6.100, SMA 2.317, SMK 3.806, SKB 83, dan SLB 139. Anggarannya Rp52.518.840.000.
Angka-angka itu juga memperlihatkan skala bantuan. Total anggaran kedua program pada tahap ini sekitar Rp164,7 miliar, hasil penjumlahan Rp112,158 miliar untuk KJMU dan Rp52,519 miliar untuk KJP Plus.
Yang Perlu Kamu Lakukan
Jika kamu termasuk penerima lanjutan, pantau saldo rekening dan informasi resmi dari sekolah atau kampus karena pencairan dilakukan bertahap, tidak serentak. Angka-angka tadi juga menunjukkan betapa ketatnya pemadanan data kependudukan, jadi pastikan data diri tetap sesuai dokumen Dukcapil.
Bagi warga muda Jakarta, kartu ini sering menentukan apakah rencana kuliah bisa berjalan atau tertunda.
Sumber: ANTARA, Kompas
Penulis: Nada · Editor: Faisal Kusuma Yudha





Tinggalkan Balasan