Jakarta, Pekan mode terbesar di tanah air resmi menutup tirainya. Jakarta Fashion Week (JFW) 2027 berlangsung pada 26 Oktober sampai 1 November 2026 di City Hall, Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, dengan tema “City of New Lights”.
Menurut kumparan dan Popbela, JFW tahun ini menampilkan 111 desainer dan brand. Temanya menghubungkan desain kontemporer dengan kain Nusantara serta warisan budaya.
Program yang Jadi Sorotan
Dikutip dari Popbela, rangkaian acara mencakup Lomba Perancang Mode, Lomba Perancang Mode Menswear, Lomba Perancang Aksesori, Fashion Force Awards, Fashionlink, Dewi Luxe Market, dan Dewi Fashion Knights. Kumparan menambahkan JFW Fresh Faces dan menyebut Dewi Fashion Knights digelar terpisah di Museum Nasional dalam rangka 35 tahun majalah Dewi.
Ada pula SEA WAVES, kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata. Instalasi dan pameran bertajuk “Two Expressions of Southeast Asian Heritage” itu menyoroti kerajinan tradisional dan tenun Asia Tenggara.
Svida Alisjahbana, CEO GCMedia Group sekaligus Ketua JFW, menyatakan setiap desainer membawa karakter dan pendekatan berbeda, menurut kumparan. Direktur Kreatif Rd. Andandika Surasetja menilai kolaborasi lintas negara dan lintas sektor penting untuk memperluas jangkauan JFW.
Delapan Label Singapura Masuk Jakarta
Sorotan lain datang dari program SINGAPORE: SELECTS milik Singapore Fashion Council. Dikutip dari Liputan6, delapan label tampil di runway Grand Opening Parade pada Senin (26/10/2026): I’M IN, LAYERPLAN, MAISON Q, NANTO STUDIOS, RINA LEE, STUDIO QILING, THE SOLEIL GIRL, dan THE SOPHIA LABEL.
Produk mereka mencakup pakaian harian, busana anak dan dewasa, perhiasan, syal, tas, hingga aksesori. Pop-up ritelnya dibuka setiap hari pukul 10.00 sampai 22.00 WIB hingga 1 November. Liputan6 juga menulis bahwa disiapkan sesi temu antara label tersebut dan pelaku industri fesyen Indonesia untuk menjajaki kerja sama.
Setelah Panggung Ditutup
Untuk yang belum sempat datang, pop-up dan runway memang sudah selesai. Tetapi daftar desainer dan label di atas bisa jadi bahan pantauan di media sosial masing-masing, karena koleksi yang tampil biasanya berlanjut ke butik atau toko daring.
Anak muda yang suka fesyen lokal juga bisa memakai JFW sebagai peta tren: kain tradisional yang dikemas modern kembali jadi tema besar.
Satu pekan yang padat berakhir, dan pekerjaan rumah para penikmat mode baru dimulai: memilih pilihan yang pantas masuk lemari.
Sumber: Liputan6, Popbela, kumparan
Penulis: Citra · Editor: Faisal Kusuma Yudha





Tinggalkan Balasan