Jakarta, Biaya hidup di ibu kota memang terasa mahal, tetapi dari sisi kenaikan harga, Jakarta justru paling “adem” se-Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Jakarta pada Oktober 2026 sebesar 2,52 persen, terendah di antara seluruh provinsi.
Data itu diumumkan Senin (2/11/2026). Angka nasional berada di 3,23 persen, turun dari 3,28 persen pada September. Provinsi tertinggi adalah Sulawesi Utara dengan 8,07 persen, menurut Beritasatu.
Apa yang Mendorong Harga di Jakarta
Dikutip dari Antara, Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto menyebut kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang 0,66 poin persentase pada inflasi tahunan. Tiga komoditas utamanya adalah daging ayam ras (0,46), beras (0,11), dan minyak goreng (0,08).
Kelompok transportasi menyumbang 0,6 poin, dan bensin menjadi pendorong terbesarnya dengan 0,11 poin. Perhiasan emas ikut menyumbang 0,23 poin.
Secara bulanan, Jakarta mengalami inflasi 0,13 persen. Dalam kelompok penyedia makanan dan minuman, Antara menyebut sate, martabak, dan pizza sebagai komoditas yang mendorong kenaikan.
Dibanding Provinsi Tetangga
Jakarta memang lebih rendah dibanding provinsi lain di Jawa. Beritasatu mencatat inflasi tahunan Banten 2,76 persen, Jawa Barat 2,90 persen, Jawa Tengah 2,99 persen, DI Yogyakarta 3,02 persen, dan Jawa Timur 3,09 persen. Indeks harga konsumen Jakarta tercatat 110,54, sedangkan nasional 112,56.
Secara nasional, BPS menyebut kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyumbang 1,40 poin. Komoditas utamanya antara lain cabai rawit, ikan segar, beras, minyak goreng, daging ayam ras, dan daging sapi. Transportasi menyumbang 0,59 poin, didorong bensin, tarif angkutan udara, dan oli mesin. Semua provinsi mengalami inflasi tahunan pada Oktober, kata Deputi BPS Ateng Hartono.
Artinya Buat Dompet Kamu
Inflasi tahunan 2,52 persen berarti harga barang dan jasa secara umum naik sekitar segitu dibanding Oktober 2025. Untuk anak muda yang rutin jajan, ngopi, dan isi bensin, kenaikan terasa paling nyata di pos makan di luar dan transportasi pribadi, dua kelompok yang muncul dalam rincian BPS.
Kenaikan lauk seperti ayam dan beras juga berimbas ke harga porsi warteg atau ayam geprek. Menyusun anggaran bulanan dengan pos makan yang sedikit lebih longgar jadi langkah realistis menjelang akhir tahun.
Jakarta boleh jadi paling rendah, tetapi harga ayam tetap harus dikunci di rencana belanja.
Sumber: Antara, Beritasatu
Penulis: Nada · Editor: Faisal Kusuma Yudha





Tinggalkan Balasan