Jakarta, Liburan tanpa daftar tempat wisata, cukup bermodal perut lapar? Itulah gambaran singkat snackpacking, tren berburu jajanan lokal yang sedang ramai dibahas dan digemari Gen Z.
Menurut Liputan6, snackpacking berarti mendatangi toko kecil dan mencicipi makanan khas daerah yang sulit ditemukan di tempat lain. Hasil jelajahnya kerap dibagikan di media sosial.
Kenapa Jajanan Lokal Cocok untuk Kamera
Dikutip dari Liputan6, dosen Komunikasi Digital dan Media Sekolah Vokasi IPB University, Hudi Santoso, menilai tren ini muncul dari pergeseran budaya mobilitas anak muda yang bertemu algoritma media sosial berbasis visual. Jajanan lokal punya warna mencolok, proses pembuatan yang unik, dan suasana pasar tradisional, yang semuanya enak dikonten-kan.
Harganya juga relatif murah. Ditambah efek social proof, makin banyak orang membagikan pengalaman, makin besar peluang sebuah tempat dikenal luas. Begitu kata Hudi.
Jakarta Nomor Dua di Daftar Agoda
Soal angka, Agoda mencatat pencarian akomodasi untuk menginap sepanjang Oktober 2026 naik dibanding periode sama tahun lalu. Dikutip dari Liputan6 dan rilis Agoda, Manado mencatat kenaikan tertinggi 214 persen, disusul Jakarta 200 persen, Medan 194 persen, dan Bandung 189 persen. Data ini berasal dari internal Agoda, jadi sebaiknya dibaca sebagai gambaran minat wisatawan, bukan hasil riset independen.
Senior Country Director Agoda Indonesia, Gede Gunawan, menyebut setiap kota punya cerita lewat jajanan khasnya, seperti dikutip Liputan6.
Bekal Jajan Tiap Kota
Untuk Jakarta, Liputan6 menyebut kerak telor, kembang goyang, dan kue akar kelapa sebagai incaran. Manado punya klappertaart dan panada. Medan menawarkan bika ambon dan bolu meranti, sementara Bandung dikenal lewat colenak, surabi, batagor, dan seblak.
Peluang untuk Pedagang Kecil
Bagi UMKM, tren ini membuka jalan. Jajanan yang tadinya hanya dikenal warga sekitar bisa menjangkau pembeli dari luar kota. Hudi menyarankan pelaku usaha mendaftarkan lokasi dengan akurat di Google Maps, memberi tag lokasi di Instagram dan TikTok, serta transparan soal harga dan jam operasional.
Untuk kamu yang ingin ikut, tak perlu jauh-jauh. Mulai dari pedagang di sekitar rumah atau kampus, catat tempatnya, dan bagikan dengan jujur.
Ternyata, petualangan seru kadang cukup berjarak satu gang dari tempatmu berdiri.
Sumber: Liputan6, Agoda
Penulis: Citra · Editor: Faisal Kusuma Yudha





Tinggalkan Balasan