
Jakarta Utara — Warga Lorong 103 Timur, RT 09 RW 02, Koja, Jakarta Utara, tak ingin selokan di lingkungan mereka sekadar menjadi saluran air kotor. Sejak 2019, sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, warga bersama pengurus RT berinisiatif mengubah selokan menjadi kolam ikan yang bersih dan bermanfaat.
Kini, selokan sepanjang sekitar 100 meter dengan lebar 80 sentimeter itu menjadi tempat berkembang biaknya berbagai jenis ikan, mulai dari mujair, patin, gurame, hingga koi. Selokan yang dulunya dipenuhi sampah kini berubah menjadi pemandangan yang menyejukkan mata sekaligus hiburan gratis bagi warga sekitar.
Ketua RT 09 RW 02 Lorong 103, Muhammad Arif Budiman (55), mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut memunculkan mimpi yang lebih besar, yakni menjadikan selokan-selokan di lingkungannya seperti di Jepang yang terkenal jernih dan dipenuhi ikan.
“Banyak yang bilang supaya bisa kayak di Jepang, selokannya banyak ikan,” ujar Muhammad saat ditemui di lokasi, Kamis (15/1/2026).
Namun, ia menyadari tidak semua selokan bisa langsung dimanfaatkan. Sebagian besar selokan di lingkungan warga telah tercemar limbah domestik, sehingga sulit digunakan untuk budidaya ikan. Selokan yang saat ini dijadikan kolam ikan berasal dari saluran air gedung Ramayana di sekitar lokasi yang sudah tidak beroperasi, sehingga airnya relatif jernih dan aman bagi ikan.
Meski demikian, Muhammad memiliki solusi jangka panjang. Jika ada modal atau dukungan sponsor, ia ingin membangun kolam ikan di atas selokan limbah, sehingga fungsi saluran air tetap berjalan tanpa mencemari kolam.
Salah satu penggagas program tersebut, Ismet (38), berharap gerakan ini bisa diterapkan di berbagai wilayah Jakarta. Menurutnya, sejak selokan dijadikan kolam ikan, warga menjadi lebih disiplin dan tidak lagi membuang sampah sembarangan.
“Harapannya Jakarta hampir seluruh selokannya bisa dibuat seperti ini,” ujarnya.
Ismet mengaku harus mengeluarkan modal puluhan juta rupiah untuk membangun kolam ikan tersebut, termasuk menanggul beton di sepanjang selokan agar ikan tidak keluar. Meski demikian, ia tidak mencari keuntungan. Ikan hasil budidaya dibagikan gratis kepada warga dan menjadi sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak.
Menanggapi hal ini, dosen Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Dwi Apri Nugroho, menilai konsep tersebut memungkinkan diterapkan dengan catatan fungsi selokan dan kualitas air diperhatikan. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, yang menegaskan pentingnya pengecekan kualitas air dan penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Sudin KPKP Jakarta Utara pun telah menurunkan petugas untuk mengecek kualitas air serta melakukan pembinaan kepada warga agar budidaya ikan di selokan tetap aman, sehat, dan ramah lingkungan.
Penulis: Faisal / FKY
#WargaKoja
#JakartaUtara
#LingkunganBersih
#InovasiWarga
#KolamIkan
#UrbanFarming
#EdukasiLingkungan
#GotJadiManfaat
#KiniMediaJakarta #KiniMedia #KiniMusik

