Jakarta – Satu bulan setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, dampak bencana masih menyisakan luka mendalam. Meski genangan air telah surut di sejumlah wilayah, data terbaru menunjukkan jumlah korban jiwa terus bertambah, sementara proses pemulihan belum sepenuhnya berjalan merata.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Kamis (25/12/2025), jumlah korban meninggal dunia akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 1.135 orang, bertambah enam korban dibandingkan hari sebelumnya.

“Per hari ini terdapat penambahan enam korban jiwa,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers di Jakarta.

Selain korban meninggal, sebanyak 173 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Sementara itu, hampir 490 ribu warga masih harus bertahan di pengungsian akibat rumah rusak atau kondisi wilayah yang dinilai belum aman.

Aceh Utara Tertinggi Korban Jiwa dan Pengungsi

Berdasarkan data BNPB, Aceh Utara menjadi wilayah dengan korban jiwa tertinggi, yakni 205 orang, disusul Tapanuli Tengah di Sumatera Utara dengan 191 korban, serta Tapanuli Selatan sebanyak 133 korban.

Jumlah pengungsi terbanyak juga tercatat di Aceh Utara dengan 166.900 jiwa, kemudian Aceh Tamiang 150.500 orang, dan Gayo Lues 33.800 orang. Sebagian besar pengungsi masih belum dapat kembali ke rumah karena kerusakan parah dan potensi bencana susulan.

Ratusan Ribu Rumah dan Fasilitas Umum Rusak

Skala kerusakan akibat banjir bandang tergolong masif. BNPB mencatat 157.838 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 47.165 rumah rusak berat, 33.276 rusak sedang, dan 77.397 rusak ringan.

Tak hanya rumah warga, sekitar 1.900 fasilitas umum turut terdampak, meliputi fasilitas kesehatan, sekolah, rumah ibadah, gedung perkantoran, hingga ratusan jembatan. Kondisi ini memperlihatkan bahwa dampak bencana tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mengganggu layanan dasar masyarakat.

Pemerintah Tegaskan Penanganan Tanpa Libur

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan bahwa pemerintah tetap bekerja penuh meski berada di masa libur akhir tahun.

“Hari ini tepat satu bulan sejak bencana terjadi. Tidak ada libur, seluruh jajaran tetap bekerja untuk memastikan penanganan berjalan maksimal,” ujar Pratikno saat konferensi pers yang disiarkan melalui kanal resmi BNPB.

Dari 52 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 12 daerah telah memasuki fase transisi pemulihan. Namun, di Provinsi Aceh masih terdapat 11 daerah yang memperpanjang status tanggap darurat guna memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Huntara Dikebut, Kendala Lahan Jadi Tantangan

Penyediaan hunian sementara (huntara) menjadi fokus utama pemerintah. BNPB memastikan pembangunan huntara dilakukan secara masif dengan sistem kerja hingga 18 jam per hari, melibatkan TNI-Polri dan pemerintah daerah.

Sumatera Barat menjadi provinsi dengan progres pembangunan huntara tercepat. Di Aceh, enam kabupaten telah menetapkan lokasi pembangunan, sementara beberapa daerah lain masih terkendala ketersediaan lahan.

“Salah satu tantangan utama memang penyiapan lahan,” kata Pratikno.

Jalan dan Sekolah Mulai Pulih

Pemulihan infrastruktur juga menunjukkan kemajuan. Pemerintah menyebut 90 persen jalan nasional yang terdampak banjir kini kembali dapat difungsikan. Dari 81 ruas jalan nasional, 72 ruas sudah bisa dilalui, sementara sisanya masih dalam tahap percepatan perbaikan.

Di sektor pendidikan, sekitar 65 persen sekolah di Aceh telah siap kembali beroperasi. Sementara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, kesiapan operasional sekolah telah mendekati 90 persen untuk menyambut tahun ajaran baru pada awal Januari 2026.

Meski berbagai langkah pemulihan terus dikebut, pemerintah mengakui jalan menuju pemulihan total masih panjang dan membutuhkan dukungan lintas sektor serta solidaritas nasional.


(Faisal/FKY)


#BanjirSumatera #BencanaAlam
#BNPB #PemulihanBencana
#Aceh #SumateraUtara #SumateraBarat
#Huntara #SolidaritasNasional
#KiniMediaJakarta #KiniMedia #KiniMusik

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *