Bandung – Isu kepindahan Maarten Paes dan Joey Pelupessy ke Persib Bandung semakin ramai diperbincangkan publik sepak bola Tanah Air. Dua pemain Timnas Indonesia tersebut dikabarkan telah mencapai kesepahaman awal dengan manajemen Maung Bandung dan hanya tinggal menunggu pengumuman resmi.

Rumor tersebut menjadi topik hangat di media sosial sepanjang Kamis (25/12/2025). Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Persib Bandung. Selain itu, secara kontraktual Maarten Paes masih terikat dengan FC Dallas hingga Desember 2026, sementara Joey Pelupessy masih berstatus pemain Lommel SK dengan kontrak berlaku sampai Juni 2026.

Pengamat sepak bola nasional Gita Suwondo menilai kabar tersebut perlu disikapi secara objektif. Ia menyebut, jika Maarten Paes benar-benar meninggalkan Major League Soccer (MLS) dalam waktu dekat, hal itu cukup disayangkan dari sisi pengembangan karier.

“Paes masih menjadi kiper utama FC Dallas. Secara kompetisi, MLS masih berada di atas Liga 1. Jam bermain yang konsisten di sana sangat penting,” ujar Gita Suwondo, yang akrab disapa Bung GAZ.

Menurutnya, status sebagai penjaga gawang utama memberikan dampak positif bagi performa Paes, baik di level klub maupun saat membela Timnas Indonesia.

Berbeda dengan Paes, Gita memandang potensi kepindahan Joey Pelupessy ke Indonesia masih tergolong wajar. Faktor usia dan level kompetisi dinilai menjadi pertimbangan realistis, mengingat Pelupessy saat ini bermain di kasta kedua Liga Belgia dan tengah memasuki fase akhir karier di Eropa.

“Kalau Pelupessy, masih masuk akal. Usianya juga sudah mulai menuju fase mencari tantangan baru,” jelasnya.

Sebelumnya, Persib Bandung telah mendatangkan Thom Haye dan Eliano Reijnders untuk memperkuat tim menghadapi kompetisi Super League 2025–2026 dan AFC Champions League Two (ACL 2). Jika Paes dan Pelupessy benar-benar bergabung, kekuatan Persib diyakini akan semakin solid.

Namun demikian, Gita Suwondo mengingatkan adanya potensi ketimpangan persaingan di Super League. Ia menilai dominasi Persib bisa semakin kuat dan sulit disaingi klub lain.

“Persib bisa jadi terlalu dominan. Target mereka bukan hanya juara liga, tapi juga berbicara banyak di ACL 2,” katanya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti kemungkinan dampak jangka panjang terhadap Timnas Indonesia, khususnya jika pemain diaspora lebih banyak berkarier di liga domestik.

“Kita perlu melihat apakah kualitas kompetisi di Indonesia bisa menjaga performa pemain saat kembali ke timnas. Beberapa contoh sebelumnya menunjukkan penurunan performa,” tutupnya.


(Faisal/FKY)


#PersibBandung #MaartenPaes #JoeyPelupessy
#BursaTransfer #SuperLeague2025
#TimnasIndonesia #SepakBolaIndonesia
#KiniMediaJakarta #KiniMedia #KiniMusik

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *