
BANDUNG — Persib Bandung tampil superior saat menjamu Madura United pada lanjutan Super League Indonesia di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (26/2/2026) malam WIB. Maung Bandung menang telak 5-0 dalam laga yang menunjukkan jurang performa kedua tim.
Secara tren, hasil ini bukan kejutan. Persib datang dengan delapan laga tanpa kekalahan, lima di antaranya berujung kemenangan. Sebaliknya, Madura United memasuki pertandingan dalam tekanan, tujuh laga tanpa menang dan empat kali tumbang. Pertandingan ini menjadi konfirmasi statistik: tim yang stabil biasanya menghukum tim yang rapuh.
Dominasi tuan rumah terlihat sejak menit awal. Gol pembuka lahir pada menit ke-13 melalui sundulan Ramon Tanque memanfaatkan umpan Kakang Rudianto. Gol ini bukan sekadar keunggulan cepat, melainkan sinyal kontrol permainan yang konsisten.
Menit ke-33, Ramon kembali mencetak gol usai menyelesaikan umpan silang Berguinho. Skor 2-0 memperlihatkan efektivitas lini depan Persib—minim peluang, maksimal hasil. Jelang turun minum, Uilliam menambah keunggulan menjadi 3-0 setelah memanfaatkan bola muntah hasil sepakan Berguinho. Babak pertama praktis menjadi milik Persib sepenuhnya.
Memasuki babak kedua, pola permainan tak berubah. Madura United kesulitan membangun serangan dan lebih banyak tertekan di area sendiri. Persib menjaga intensitas, memperlihatkan kedewasaan taktik: unggul jauh tanpa kehilangan fokus.
Gol keempat lahir pada menit ke-80 lewat kombinasi rapi. Eliano Reijnders mengirim umpan terobosan matang yang diselesaikan Andrew Jung dengan sepakan datar. Gol ini menegaskan keunggulan kolektif, bukan sekadar individual.
Menjelang laga berakhir, Frans Putros menutup pesta gol pada menit ke-89 setelah memanfaatkan bola liar hasil percobaan Adam Alis yang membentur tiang. Skor 5-0 menjadi refleksi dominasi total—teknis, mental, dan organisasi permainan.
Kemenangan ini mengukuhkan Persib di puncak klasemen dengan 53 poin dari 22 laga, unggul tiga angka atas Persija Jakarta yang telah memainkan 23 pertandingan. Secara matematis keunggulan ini tipis, namun secara psikologis sangat signifikan.
Sebaliknya, Madura United tertahan di peringkat ke-14 dengan 20 poin. Jika tren negatif ini berlanjut, ancaman zona degradasi bukan lagi sekadar bayangan. Liga panjang, tetapi momentum sering kali menentukan arah musim.
Penulis: Faisal / FKY
KiniMediaJakarta #KiniMedia #KiniNews #PersibBandung #MaduraUnited #SuperLeague2025 #GBLA #MaungBandung #LigaIndonesia

