
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan di zona merah, sekaligus mencatatkan koreksi cukup dalam secara mingguan. Tekanan jual masih membayangi pasar saham domestik, meski aktivitas transaksi investor asing tetap tergolong agresif pada saham-saham tertentu.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip dari RTI, IHSG melemah 41 poin atau 0,46 persen ke level 8.951,01 pada penutupan perdagangan Jumat (23/1/2026). Secara akumulatif, IHSG tercatat terkoreksi 1,37 persen sepanjang sepekan terakhir.
Pelemahan indeks dipicu mayoritas sektor yang bergerak di zona merah. Dari 11 indeks sektoral, sembilan sektor menjadi pemberat pasar. Sektor transportasi mencatat penurunan terdalam sebesar 2,29 persen, disusul sektor barang konsumer non primer yang melemah 2,25 persen. Tekanan juga terlihat pada sektor perindustrian yang turun 1,53 persen, serta sektor energi yang terkoreksi 0,96 persen.
Di tengah koreksi tersebut, aktivitas perdagangan saham terpantau tetap ramai. Total volume transaksi pada perdagangan Jumat mencapai 63,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp31,77 triliun. Sebanyak 495 saham melemah, 191 saham menguat, dan 118 saham stagnan.
Menariknya, investor asing justru mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp759 miliar pada perdagangan Jumat. Namun secara mingguan, asing masih membukukan jual bersih (net sell) jumbo senilai Rp3,05 triliun.
Sejumlah saham menjadi incaran utama investor asing sepanjang sepekan. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan net buy terbesar dengan nilai Rp742,45 miliar, disusul PT Petrosea Tbk (PTRO) sebesar Rp494,98 miliar dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) senilai Rp467,95 miliar.
Saham PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) juga masuk daftar favorit asing, masing-masing dengan net buy Rp438,14 miliar dan Rp403,37 miliar. Selain itu, asing turut memborong saham MDKA, JPFA, BREN, BRMS, dan ADMR.
Sebaliknya, tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai net sell mencapai Rp3,46 triliun. Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga dilepas asing senilai Rp1,53 triliun.
Saham teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turut masuk daftar net sell asing sebesar Rp369,01 miliar, diikuti ARCI, TINS, BRPT, BBNI, INDY, BMRI, hingga CUAN.
Kondisi ini mencerminkan sikap investor asing yang mulai lebih selektif, dengan fokus pada saham-saham berfundamental kuat di tengah volatilitas pasar global dan domestik.
Penulis: Faisal/FKY
#KiniMediaJakarta #KiniMedia #KiniMusik
#IHSG #PasarModal #SahamIndonesia #InvestorAsing #BEI #EkonomiNasional

