SUBANG – Tragedi pesta minuman keras oplosan yang merenggut delapan nyawa warga Subang mendapat perhatian serius dari Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita Budi Raemi.

Rabu (11/2/2026) malam, Bupati Reynaldy mendatangi RSUD Subang untuk melihat langsung kondisi para korban yang masih menjalani perawatan intensif. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk empati sekaligus respons cepat pemerintah daerah atas peristiwa yang mengguncang masyarakat.

Diketahui, delapan orang meninggal dunia secara bertahap sejak Senin hingga Rabu setelah mengonsumsi miras oplosan. Sementara itu, sejumlah korban lainnya masih dirawat di beberapa fasilitas kesehatan.

Di hadapan awak media, Reynaldy menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia juga menegaskan bahwa kejadian ini merupakan peristiwa yang tidak boleh terulang.

“Saya ucapkan turut belasungkawa untuk para korban. Saya ingin menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Subang agar menjaga diri dan menghindari hal-hal yang bisa membuat hilang kesadaran ataupun keracunan, salah satunya miras oplosan ini,” tegasnya.

Menurutnya, konsumsi miras oplosan bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga meninggalkan dampak sosial besar bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Jangan sampai ada lagi masyarakat yang kehilangan nyawa, meninggalkan anak dan istri hanya karena mengkonsumsi minuman yang tidak seharusnya,” ujarnya.

Instruksi Penyisiran Total

Tak berhenti pada imbauan, Bupati Reynaldy langsung menginstruksikan Satpol PP untuk melakukan penyisiran menyeluruh terhadap penjual miras ilegal di seluruh wilayah Kabupaten Subang.

“Saya sudah instruksikan Satpol PP untuk segera menyisir. Memang sudah sering dilakukan, tapi kadang modusnya berbeda-beda. Di depan tutup, di belakang tetap jualan, atau sembunyi-sembunyi,” ungkapnya.

Ia memastikan mulai hari berikutnya operasi penertiban dilakukan tanpa kompromi.

“Mulai besok disisir semua wilayah. Yang menjual minuman beralkohol ilegal atau oplosan harus segera ditindak. Kita tidak ada kompromi. Saya tidak ingin ada masyarakat saya meninggal lagi,” tandasnya.

Bupati juga mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolres Subang untuk memburu dan menindak tegas para penjual miras oplosan demi memberikan efek jera.

Korban Masih Dirawat Intensif

Hingga Rabu malam, pendataan korban masih terus dilakukan karena tidak seluruh pasien dirawat di RSUD Subang.

“Yang di RSUD hari ini ada sembilan pasien. Dua di antaranya masih dalam tahap pengobatan intensif, satu di ICU dan satu di IGD,” jelas Reynaldy.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas dugaan campuran berbahaya dalam miras tersebut, yang disebut-sebut mengandung bahan menyerupai campuran bensin dua tak dan minuman energi.

“Itu mengerikan jika benar seperti itu. Saya sangat prihatin dan ingin Kabupaten Subang terhindar dari hal-hal seperti ini,” katanya.

Tragedi ini menjadi peringatan keras tentang bahaya miras oplosan yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa.


Penulis: Faisal / FKY

#Subang #MirasOplosan #BeritaSubang #BupatiSubang #ReynaldyPutra #SatpolPP #PolresSubang #KesehatanMasyarakat #TragediSubang #KiniMediaJakarta #KiniMedia

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *