
Penulis: Faisal Kusuma
Kabar duka kembali menyelimuti insiden kecelakaan kereta antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Salah satu korban meninggal dunia akhirnya berhasil diidentifikasi setelah sempat dibawa ke RSUD Bekasi.
Korban diketahui bernama Nurlela, seorang guru di SDN Pulogebang 11, Jakarta Timur. Identitasnya terungkap setelah rekan kerja datang ke rumah sakit dan memastikan melalui foto yang ditunjukkan oleh petugas.
Endang, penjaga sekolah tempat Nurlela mengajar, mengaku sempat melihat korban pulang pada malam hari menuju kediamannya di Cikarang. Tak lama berselang, kabar kecelakaan maut itu beredar dan membuatnya terkejut.
Ia mencoba menghubungi Nurlela melalui pesan singkat, namun tidak mendapat balasan.
“Assalamualaikum Bu Ela, lihat berita ini enggak? Saya kaget, Bu Ela pulang malam,” ujar Endang menirukan pesannya.
Kekhawatiran semakin meningkat ketika pesan tersebut tidak direspons. Kepala sekolah kemudian meminta Endang untuk memastikan langsung ke lokasi kejadian, namun saat tiba, seluruh korban telah dievakuasi.
“Makanya kita sama pihak keluarga disuruh menyebar cari informasi,” tuturnya.
Endang juga mengungkapkan pesan terakhir yang dikirim Nurlela sebelum kejadian. Pada pukul 20.16 WIB, korban sempat meminta tolong untuk membuang jus yang tertinggal di sekolah.
“‘Mang, saya lupa ada jus ketinggalan, takut ada semut, tolong dibuangin,’ itu pesan terakhirnya,” kata Endang sambil menunjukkan percakapan di ponselnya.
Setelah kabar kecelakaan, nomor telepon korban sudah tidak bisa dihubungi. Pihak keluarga kemudian berdatangan ke rumah sakit, dan jenazah Nurlela dibawa pulang sekitar pukul 02.00 WIB.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan bahwa insiden terjadi pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920.
Peristiwa tersebut terjadi akibat tertempernya rangkaian KRL oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi. Insiden ini berdampak pada gangguan operasional perjalanan kereta di lintas tersebut.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi.
“Saat ini KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan evakuasi rangkaian kereta serta penanganan korban. Kami berupaya agar operasional segera kembali normal,” ujarnya.
Sebagai langkah pengamanan, aliran listrik aliran atas (LAA) di lintas Cibitung–Bekasi Timur untuk sementara dinonaktifkan.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan serta jumlah perjalanan kereta yang terdampak masih dalam proses investigasi dan pendataan lebih lanjut oleh pihak terkait.
#KecelakaanKereta #BekasiTimur #KRL #KAArgoBromo #BeritaDuka #TransportasiIndonesia #BreakingNews

