SUBANG — Menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan Kabupaten Subang mengoptimalkan 41 kamera pengawas (CCTV) yang tersebar di 12 titik strategis. Fokus utama diarahkan ke jalur Pantura sebagai urat nadi mobilitas, serta sejumlah jalur alternatif yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan signifikan.

Seluruh perangkat terhubung ke ruang kendali dan dipantau selama 24 jam penuh. Beberapa kamera bahkan dilengkapi pengeras suara, memungkinkan petugas memberikan imbauan langsung kepada pengendara secara real time.

Secara konsep, ini adalah langkah preventif. Pengawasan digital memberi kemampuan deteksi dini terhadap kepadatan, potensi kecelakaan, hingga titik rawan kemacetan. Namun pertanyaannya bukan pada ada atau tidaknya kamera, melainkan pada seberapa cepat informasi itu direspons.

CCTV hanya alat baca situasi. Ia tidak memindahkan kendaraan yang mogok, tidak membubarkan penumpukan di simpang sempit, dan tidak menggantikan kehadiran petugas di lapangan. Tanpa sistem komando terpadu dan respons taktis, monitoring berisiko menjadi pasif.

Dishub juga berencana menambah kamera di wilayah perbatasan. Langkah ini memperluas jangkauan pengawasan, tetapi tantangan sebenarnya ada pada integrasi lintas instansi—terutama dalam rekayasa lalu lintas dan penanganan insiden cepat.

Jalur alternatif yang kerap dijadikan solusi pun memiliki keterbatasan infrastruktur. Lebar jalan, pencahayaan, dan kapasitas simpang sering kali tidak dirancang untuk lonjakan ekstrem. Di sinilah uji manajemen berlangsung.

Pemantauan intensif yang dimulai sejak H-7 Lebaran menjadi fase krusial. Pola kepadatan biasanya tidak linear; ia bisa melonjak karena faktor cuaca, kecelakaan kecil, atau efek antrean di wilayah lain.

Mudik bukan hanya soal kelancaran arus, tetapi tentang pengelolaan risiko dan kedisiplinan kolektif. Teknologi membantu, tetapi budaya tertib berlalu lintas tetap menjadi variabel penentu.

Pada akhirnya, 41 CCTV adalah fondasi awal. Ukuran keberhasilan bukan pada jumlah perangkat yang aktif, melainkan pada kualitas keputusan yang diambil dari data yang terekam.

Penulis: Faisal/FKY

#KiniMediaJakarta #KiniMedia #KiniNews #Mudik2026 #Subang #Pantura #DishubSubang #ArusMudik #ArusBalik #TransportasiPublik

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *