Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 88,35 poin atau 1,06 persen ke level 8.232,20 pada perdagangan Kamis (29/8/2026). Meski demikian, indeks LQ45 justru menguat tipis 0,47 poin atau 0,06 persen ke posisi 813,01.

IHSG sempat mengalami tekanan sangat dalam pada awal perdagangan hingga memicu trading halt pada pukul 09.26 WIB di sistem Jakarta Automated Trading System (JATS). Saat itu, IHSG terjun 665,89 poin atau 8,00 persen ke level 7.654,66 sebelum akhirnya berangsur pulih.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai pelemahan IHSG sempat mereda seiring munculnya aksi bargain hunting setelah perdagangan kembali dibuka. “Setelah dibuka kembali, IHSG sempat melemah lebih dalam, namun kemudian terjadi bargain hunting sehingga pelemahan IHSG berkurang,” ujarnya di Jakarta, dikutip dari Antara.

Tekanan pasar juga dipengaruhi oleh respons terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI). Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI akan merevisi ketentuan free float saham publik dari sebelumnya minimal 7,5 persen menjadi 15 persen, yang direncanakan berlaku mulai Februari 2026. Aturan ini akan diterapkan baik bagi emiten baru maupun yang telah tercatat.

OJK menyebut emiten yang tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut akan dikenakan exit policy, meskipun mekanisme detailnya masih dalam pembahasan. Selain itu, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) juga tengah menyiapkan penyesuaian kebijakan serta proposal tambahan guna memenuhi permintaan MSCI, khususnya terkait transparansi data free float.

Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan penerbitan regulasi demutualisasi PT Bursa Efek Indonesia pada kuartal I 2026. OJK turut berencana menyediakan data Ultimate Beneficial Owner (UBO) kepada MSCI, yang pada tahap awal akan difokuskan pada konstituen indeks IDX100.

Secara sektoral, hanya sektor transportasi dan logistik yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,36 persen. Sementara itu, sektor barang konsumen non-primer mencatat pelemahan terdalam sebesar 4,78 persen, disusul sektor kesehatan dan properti yang masing-masing turun 3,82 persen dan 3,65 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar antara lain KIOS, ELIT, CUAN, FORE, dan MEDS. Adapun saham dengan pelemahan terdalam meliputi GOLF, BUMI, VKTR, EXCL, dan BUVA.

Dari sisi transaksi, frekuensi perdagangan mencapai 4,93 juta kali dengan volume 99,10 miliar saham senilai Rp68,17 triliun. Sebanyak 214 saham menguat, 521 saham melemah, dan 73 saham stagnan.

Di kawasan Asia, mayoritas bursa regional ditutup menguat, dengan indeks Nikkei, Shanghai, Hang Seng, dan Strait Times sama-sama berada di zona hijau.

Penulis: Faisal/FKY

#KiniMediaJakarta #KiniMedia #KiniMusik #IHSG #BEI #PasarModal #SahamIndonesia #MSCI #LQ45 #BreakingNews

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *