Subang — Polres Subang menggelar silaturahmi dengan Ketua Viking Ganas dan Viking Subang guna membahas penanganan kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua suporter Persib Bandung asal Kabupaten Subang. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi sekaligus meredam potensi gangguan kamtibmas.
Kegiatan silaturahmi dilaksanakan pada Kamis (22/1/2026) pukul 13.20 WIB di RM Bu Hendro, Jalan Pejuang 45, Kelurahan Karanganyar, Subang. Hadir dalam pertemuan itu jajaran pejabat Polres Subang serta perwakilan komunitas Viking.
Kasat Intelkam Polres Subang AKP Tedi Triyono menegaskan, penanganan kasus kecelakaan yang menimpa suporter Persib tersebut menjadi atensi serius kepolisian dan melibatkan lintas fungsi.
“Penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum. Upaya pencarian terhadap terduga pelaku tabrak lari terus kami lakukan,” tegasnya.
Polisi Masih Kejar Terduga Pelaku
Senada dengan itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Subang IPTU Sahroni menjelaskan bahwa sejak laporan diterima, petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan penyelidikan.
“Hingga saat ini, petugas masih melakukan pencarian dan pengejaran terhadap terduga pelaku,” ujarnya.
Pihak Viking Subang dan Viking Ganas menyampaikan apresiasi atas langkah kepolisian serta menyatakan komitmen untuk membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif di Kabupaten Subang.

Kronologi Kecelakaan di Simpang Pondok Dewi
Ketua Harian Viking Ganas Subang, Pian, memaparkan kronologi kecelakaan yang terjadi pada Jumat dini hari. Insiden berlangsung sekitar pukul 00.25 WIB di pertigaan lampu merah Pondok Dewi, Subang Kota.
Menurut Pian, rombongan Viking Ganas tiba di Subang sekitar pukul 23.30 WIB dan membubarkan diri. Dua korban, Ahmad Saefullah dan Putri Wijayaka Az-Zahro, sempat berkumpul di Alun-alun Subang sebelum melanjutkan perjalanan pulang.
“Keduanya mengambil sepeda motor di sekitar RS PTPN, lalu sempat makan di Mie Gacoan hingga sekitar pukul 00.00 WIB,” jelas Pian.
Sekitar pukul 00.15 WIB, keduanya melanjutkan perjalanan. Namun kurang dari 10 menit kemudian, sepeda motor yang mereka tumpangi ditabrak dump truk di persimpangan Pondok Dewi. Kendaraan tersebut langsung melarikan diri.
Ahmad Saefullah meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara Putri Wijayaka Az-Zahro sempat mendapat perawatan medis selama kurang lebih tiga jam di RS Mitra Plumbon Subang sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka serius pada bagian paha dan kaki.
Polres Subang memastikan proses hukum terus berjalan dan meminta masyarakat tetap tenang serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
Penulis: Faisal (FKY)
#KiniMediaJakarta #KiniMedia #KiniMusik
#PolresSubang #Bobotoh #VikingSubang #TabrakLari #LakaLantas #Persib

