
Pasuruan United tak sekadar lolos ke babak 16 besar Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur. Mereka melakukannya dengan cara yang jarang terjadi: menang besar, konsisten, dan belum sekalipun kebobolan. Di balik catatan impresif itu, ada satu sosok yang menjadi kunci—Bio Paulin.
Ketika Bio Paulin pertama kali ditunjuk sebagai pelatih, tak sedikit pemain yang menyimpan tanda tanya. Salah satunya kiper senior Shahar Ginanjar. Reputasi Bio sebagai mantan bek tangguh dengan postur garang sempat memunculkan kekhawatiran: apakah karakter keras itu akan terbawa ke ruang ganti?
Namun realitas di lapangan berkata lain.
“Beliau memang tegas di latihan, pelatih yang punya karakter. Tapi di luar lapangan sangat humoris dan ramah,” ujar Shahar kepada Jawa Pos.
Di situlah titik baliknya. Ketegasan Bio bukan untuk menekan, melainkan membangun rasa segan. Instruksi dijalankan bukan karena takut, tetapi karena percaya. Atmosfer itulah yang perlahan membentuk lini belakang Pasuruan United menjadi benteng kokoh—nirbobol hingga kini.
Sebagai mantan bek Persipura Jayapura, Bio paham betul bahwa pertahanan bukan soal keras, melainkan soal keputusan. Ia menanamkan prinsip sederhana namun krusial: amankan bola, jangan ambil risiko yang tak perlu.
“Coach selalu menekankan kepada kami agar bermain aman, terutama di area pertahanan,” lanjut Shahar.
Bio tak berhenti di arahan verbal. Ia menyiapkan latihan khusus bagi pemain belakang, mengajarkan detail-detail kecil tentang membaca pergerakan lawan, menjaga jarak, dan berkomunikasi dengan kiper. Bagi Bio, pertahanan adalah sistem, bukan sekadar individu.
“Saya selalu mengajari bek bagaimana menjaga penyerang dengan benar, termasuk komunikasi dengan kiper,” ujar Bio.
Hasilnya terasa nyata. Dengan lini belakang yang disiplin, lini depan Pasuruan United bisa bermain lebih bebas dan efektif. Gol demi gol tercipta, kemenangan demi kemenangan diraih.
Namun Bio tetap menapak bumi. Meski berstatus tuan rumah di babak 16 besar dan membawa rekor sempurna, ia memilih fokus ke dalam.
“Saya tidak mau terlalu fokus pada lawan. Fokus saya adalah tim sendiri—bagaimana kami berkembang dan menyesuaikan strategi,” tegas pelatih berusia 41 tahun itu.
Bagi Bio, clean sheet bukan sekadar statistik, melainkan cerminan proses. Jika suatu saat kebobolan, itu bukan kegagalan—melainkan pelajaran.
Pasuruan United kini bersiap menghadapi Unesa FC, Persepap, dan Persema Malang di Stadion R. Soedarsono, Bangil. Dengan filosofi sederhana namun dijalankan konsisten, mereka bukan hanya menjadi tim kejutan, tetapi juga simbol bahwa kepercayaan dan karakter bisa mengalahkan tekanan.
Penulis: Faisal/FKY
#KiniMediaJakarta #KiniMedia #KiniMusik
#MediaKolaborasiMasaKini
#PasuruanUnited
#Liga4Jatim
#SepakBolaDaerah
#BioPaulin
#CleanSheet
#FootballHumanStory

