
Riyadh — Kemenangan akhirnya datang juga untuk Al Nassr. Setelah tiga kekalahan beruntun yang mengguncang kepercayaan diri tim, Faris Najd berhasil bangkit dengan menundukkan Al Shabab 3-2. Namun di balik tiga poin yang diraih, terselip satu catatan penting: kritik terbuka untuk Cristiano Ronaldo.
Bermain di Stadion Al Awwl Park, Minggu (18/1/2026) dini hari WIB, Al Nassr tampil agresif sejak menit awal. Dua gol cepat tercipta bahkan sebelum laga berjalan 10 menit—keduanya lahir dari situasi yang tak terduga, yakni gol bunuh diri Saad Yaslam (menit ke-2) dan Kingsley Coman (8’).
Keunggulan itu sempat goyah. Al Shabab memperkecil ketertinggalan lewat bunuh diri Mohamed Simakan (31’), lalu menyamakan skor di babak kedua melalui Carlos (53’). Momentum berbalik ketika Vincent Sierro diganjar kartu merah pada menit ke-67. Unggul jumlah pemain, Al Nassr akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Abdulrahman Ghareeb (76’).
Namun kemenangan ini tidak sepenuhnya memuaskan pelatih Jorge Jesus.
Sorotan justru mengarah pada satu hal krusial: bola mati. Dalam pertandingan tersebut, Cristiano Ronaldo mendapat dua peluang tendangan bebas di menit ke-13 dan 24. Keduanya gagal berbuah gol.
“Kami perlu meningkatkan kemampuan dalam situasi bola mati. Dan kami punya pengambil bola mati terbaik, Cristiano Ronaldo,” ujar Jorge Jesus, dikutip dari The Nassr Zone.
Pernyataan itu terdengar lugas, bahkan cenderung tajam. Apalagi sang pelatih menambahkan bahwa performa Ronaldo belum berada di level terbaiknya dalam beberapa pertandingan terakhir.
Bagi Ronaldo, ini bukan sekadar soal statistik. Ia memang belum mencetak gol dalam laga kontra Al Shabab, meski secara keseluruhan masih mengoleksi 16 gol dan 3 asis di semua ajang kompetitif. Gol terakhirnya di Liga Arab Saudi sendiri terjadi saat Al Nassr kalah 1-3 dari Al Hilal.
Di usia 40 tahun, sorotan terhadap Ronaldo kini berubah arah. Bukan lagi soal apakah ia bisa mencetak gol, melainkan apakah standar lamanya masih bisa terus dipertahankan—terutama dalam situasi bola mati yang dulu menjadi senjata mematikan.
Kemenangan atas Al Shabab memberi napas bagi Al Nassr. Tapi kritik Jorge Jesus menegaskan satu hal: status legenda tidak membuat seorang pemain kebal dari evaluasi. Di sepak bola modern, nama besar tetap harus sejalan dengan kontribusi nyata di lapangan.
(Faisal/FKY)
#KiniMediaJakarta #KiniMedia #KiniMusik
#MediaKolaborasiMasaKini
#CristianoRonaldo #AlNassr
#LigaArabSaudi
#SepakBolaDunia
#HumanInterestFootball
#LegendaTakKebalKritik

