
Cianjur, Jawa Barat – Sebanyak 1.300 personel gabungan TNI dan Polri disiagakan untuk mengamankan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di wilayah Kabupaten Cianjur. Pengamanan ini juga dilengkapi dengan personel sniper yang diterjunkan secara situasional sesuai tingkat ancaman di lapangan.
Kapolres Cianjur AKBP Rohman Yonky Dilatha menyampaikan bahwa penggunaan perkuatan, termasuk sniper, akan disesuaikan dengan kondisi dan potensi ancaman yang terdeteksi.
“Di mana ada ancaman, kita sesuaikan dengan penggunaan perkuatan. Situasional, tergantung ancamannya seperti apa,” ujar Rohman usai meninjau pelaksanaan misa malam Natal di Gereja Paroki Santo Petrus, Rabu (24/12/2025) malam.
Antisipasi Tiga Potensi Kerawanan
Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polres Cianjur mengidentifikasi tiga potensi kerawanan utama selama libur Nataru, yakni kemacetan arus lalu lintas, lonjakan kunjungan wisata, serta potensi bencana alam.
“Mengingelola curah hujan yang tinggi dan potensi bencana hidrometeorologi, kita harus ekstra waspada agar seluruh potensi kerawanan dapat diantisipasi,” jelas Rohman.
Operasi Lilin Lodaya Berlangsung 14 Hari
Operasi Lilin Lodaya 2025 di wilayah hukum Polres Cianjur akan berlangsung selama 14 hari, terhitung hingga 2 Januari 2026. Dalam operasi ini, didirikan 13 Pos Pengamanan, 10 Pos Pelayanan, serta 1 Pos Terpadu di sejumlah titik strategis.
Fokus pengamanan meliputi jalur lalu lintas utama, tempat ibadah, objek wisata, hingga pusat keramaian yang diperkirakan mengalami lonjakan pengunjung selama libur akhir tahun.
“Kawasan Puncak menjadi salah satu perhatian utama. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tingkat kunjungan meningkat signifikan sehingga pengamanan dan pelayanan harus ditingkatkan,” ungkapnya.
Sterilisasi Gereja, Ibadah Natal Berjalan Aman
Kapolres memastikan seluruh rangkaian misa malam Natal di sejumlah gereja di Cianjur berjalan aman dan kondusif. Sterilisasi gereja dilakukan oleh Unit Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Barat guna memastikan tidak ada potensi gangguan keamanan.
“Sterilisasi dilakukan untuk memastikan umat kristiani dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Aman, tidak ditemukan potensi gangguan,” tegas Rohman.
Di akhir keterangannya, Kapolres Cianjur mengajak masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban selama libur Nataru. Masyarakat juga diminta memanfaatkan layanan darurat Polri 110 apabila menemukan potensi gangguan keamanan.
(Faisal/FKY)
#Nataru2025 #PolresCianjur #OperasiLilinLodaya
#PengamananNatal #TNIpolri #KeamananPublik
#KiniMediaJakarta #KiniMedia #KiniMusik

